Hari Santri, Ranting Ansor Gabel Hidupkan Tradisi Dzikir dan Ngaji

PONOROGO – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum menghidupkan tradisi santri di tengah masyarakat. Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Gabel Kecamatan Kauman menghadirkan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Masjid Baiturrohman, Desa Gabel, Kecamatan Kauman, Ponorogo. Ratusan warga memadati lokasi untuk mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan tersebut.
Majelis ini menghadirkan Kiai Khoirut To'at bersama Hadroh Santri Wengker. Rangkaian kegiatan meliputi istighotsah, pembacaan sholawat, kajian Kitab Safinatun Najah, tanya jawab, dan ijazahan.
Menghidupkan Kebiasaan Santri
Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor bukan kegiatan yang berdiri sendiri. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rutinan selapanan PR GP Ansor Gabel.
Momentum Hari Santri menjadi kesempatan memperluas manfaat kegiatan tersebut bagi masyarakat. Ansor Gabel ingin menumbuhkan jiwa dan kebiasaan santri melalui dzikir, sholawat, dan mengaji.
“Tujuannya untuk menumbuhkan dan meningkatkan jiwa serta kebiasaan santri melalui dzikir, sholawat, dan ngaji kitab kepada masyarakat Desa Gabel,” ungkap Kang Lubis, Ketua PR GP Ansor Gabel.
Pemilihan kegiatan juga berangkat dari identitas utama kehidupan pesantren. Mengaji menjadi tradisi penting yang ingin terus diperkenalkan kepada masyarakat.
Karena itu, panitia menghadirkan kajian Kitab Safinatun Najah. Kegiatan tersebut juga menyediakan sesi tanya jawab bagi jamaah.
Melalui kajian tersebut, masyarakat diharapkan memahami tata cara beribadah berdasarkan tuntunan ulama terdahulu. Sementara dzikir dan sholawat menjadi sarana memperkuat kedekatan spiritual.
Kolaborasi Ansor dan Masyarakat
Kesuksesan kegiatan ini tidak terlepas dari keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Kader Ansor, Banser, warga, perangkat desa, dan karang taruna turut bergotong royong.
Kader Ansor menyiapkan berbagai kebutuhan teknis kegiatan. Perlengkapan tersebut meliputi pengeras suara, genset, tikar, dan kotak amal.
Antusiasme warga juga terlihat melalui dukungan terhadap pelaksanaan acara. Bahkan, sejumlah warga menyumbangkan hasil panen untuk hadiah kegiatan.
Keterlibatan masyarakat menunjukkan bahwa majelis keagamaan dapat menjadi ruang kebersamaan. Tradisi keagamaan tidak hanya tumbuh melalui kegiatan organisasi, tetapi juga melalui partisipasi warga.
Baca juga: Hari Santri di Al-Mukarom, Generasi Muda Diajak Melanjutkan Perjuangan Ulama
Menjaga Tradisi, Menguatkan Keberagamaan
Bagi Ansor Gabel, keberlanjutan majelis menjadi harapan penting setelah peringatan Hari Santri. Kegiatan ini diharapkan terus hidup sebagai ruang belajar dan penguatan spiritual masyarakat.
“Dengan berdzikir, semoga masyarakat lebih dekat kepada Allah. Dengan sholawat, semoga semakin mencintai Nabi Muhammad SAW,” demikian harapan PR GP Ansor Gabel.
Melalui majelis ini, Ansor Gabel berupaya mendekatkan tradisi santri kepada kehidupan masyarakat. Dzikir, sholawat, dan mengaji diharapkan menjadi kebiasaan yang terus terpelihara.
Semangat tersebut sejalan dengan tema kegiatan, Membumikan Dzikir dan Sholawat untuk Keutuhan NKRI. Hari Santri pun menjadi pengingat pentingnya merawat tradisi keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca juga: Satu Tahun Masa Khidmah, Ansor Balong Perkuat Tradisi Keagamaan Bersama Masyarakat Sumberjo




