Lewati ke konten
Kegiatan

Ansor Ngrayun Masuk Dunia Gaming, Rangkul Anak Muda Lewat Turnamen Mobile Legends

kangpand3 menit bacaPC Kabupaten Ponorogo
Pembukaan Ansor Ngrayun E-Sport Mobile Legends
Pembukaan Ansor Ngrayun E-Sport Mobile Legends
Ansor Ngrayun Masuk Dunia Gaming, Rangkul Anak Muda Lewat Turnamen Mobile Legends
Ansor Ngrayun Masuk Dunia Gaming, Rangkul Anak Muda Lewat Turnamen Mobile Legends
Ansor Ngrayun Masuk Dunia Gaming, Rangkul Anak Muda Lewat Turnamen Mobile Legends
Ansor Ngrayun Masuk Dunia Gaming, Rangkul Anak Muda Lewat Turnamen Mobile Legends
Ansor Ngrayun Masuk Dunia Gaming, Rangkul Anak Muda Lewat Turnamen Mobile Legends
Ansor Ngrayun Masuk Dunia Gaming, Rangkul Anak Muda Lewat Turnamen Mobile Legends
1 / 4

Pembukaan Ansor Ngrayun E-Sport Mobile Legends

Bagikan

PONOROGO – Gerakan kepemudaan membutuhkan pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman. PAC GP Ansor Ngrayun menerjemahkan semangat tersebut melalui turnamen Mobile Legends: Bang Bang yang melibatkan puluhan tim dari berbagai wilayah.

Kegiatan bertajuk PAC Ansor Ngrayun E-Sport Competition Mobile Legends Bang-Bang ini berlangsung selama dua hari, 31 Oktober hingga 1 November 2026. Pertandingan dipusatkan di Gedung Serbaguna MWCNU Kecamatan Ngrayun.

Mengusung tema “Membangun Karakter Pemuda Tangguh dan Sportif di Era Digital”, turnamen ini diikuti 21 tim. Jumlah tersebut berasal dari 26 tim yang sebelumnya mendaftar.

Secara keseluruhan, panitia memperkirakan terdapat sekitar 120 peserta, termasuk pemain inti dan cadangan.

Peserta berasal dari berbagai wilayah. Selain Kecamatan Ngrayun, terdapat peserta dari Ngebel, Balong, hingga Trenggalek.

Ketua PAC GP Ansor Ngrayun, Sahabat Wiji Loro Ati, menjelaskan, turnamen ini dirancang sebagai ruang kebersamaan dan silaturahmi generasi muda. Kegiatan tersebut juga menjadi upaya memperkenalkan Ansor sebagai organisasi kepemudaan yang terbuka terhadap perkembangan zaman.

“Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar kompetisi untuk mencari pemenang. Ini juga sarana membangun komunikasi, sportivitas, solidaritas, dan kebersamaan antaranak muda,” ungkapnya.

Menurutnya, pendekatan kepada generasi muda tidak cukup hanya melalui kegiatan formal dan pola organisasi konvensional.

Generasi muda memiliki minat, kebiasaan, serta ruang pergaulan yang terus berkembang. Karena itu, organisasi kepemudaan perlu hadir di ruang yang dekat dengan kehidupan mereka.

Mobile Legends menjadi salah satu media yang dipilih PAC Ansor Ngrayun untuk membangun kedekatan tersebut.

Peserta pun tidak dibatasi hanya dari kalangan kader Ansor. Panitia membuka kesempatan bagi anak muda secara umum yang memiliki minat terhadap dunia gim.

Langkah ini sekaligus membuka ruang pertemuan antara kader Ansor, komunitas gamer, dan kelompok pemuda di luar organisasi.

Wiji menilai, respons positif peserta menunjukkan bahwa generasi muda tetap memiliki ketertarikan terhadap kegiatan organisasi.

Mereka membutuhkan pendekatan yang relevan, santai, terbuka, dan tidak terkesan menggurui.

“kita harus memahami, mendekati, dan mengarahkan minat mereka ke kegiatan yang positif dan produktif,” tegasnya.

Kompetisi Dua Hari, Hadiah Rp2,5 Juta

Dalam pelaksanaannya, turnamen menggunakan sistem gugur. Pertandingan babak penyisihan hingga perempat final menggunakan format dua kali kemenangan.

Sementara itu, babak semifinal dan final menggunakan format tiga kali kemenangan.

Panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp2.500.000 bagi para pemenang. Rinciannya, juara pertama memperoleh Rp1.000.000, juara kedua Rp750.000, juara ketiga Rp500.000, dan juara keempat Rp250.000.

Penyelenggaraan kegiatan ini mendapat dukungan PC GP Ansor Ponorogo, MWCNU Kecamatan Ngrayun, serta PAC GP Ansor Ngrayun. Dukungan juga datang dari Forpimcam Ngrayun.

Dukungan juga datang dari sejumlah sponsor, di antaranya Berkah Konjak dan Coblok Balap.

Meski demikian, Sahabat Ma'ruf Ketua Pelaksana mengaku menghadapi kendala teknis selama pelaksanaan. Persoalan jaringan internet dan penyediaan perangkat server pertandingan menjadi tantangan tersendiri.

"kendala kami hanya persoalan jaringan serta perangkat untuk penyediaan server pertandingan. terutama Ketika babak penyisihan dengan banyaknya team yang bertanding" Ungkap Ma'ruf saat di konfirmasi.

Kendala tersebut terutama terasa ketika babak penyisihan berlangsung dengan banyak tim yang bertanding.

Membuka Jalan Kaderisasi Lewat Ruang Digital

Lebih jauh, Sahabat Wiji berharap turnamen ini tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.

Interaksi yang terbangun diharapkan berkembang menjadi komunikasi dan jaringan kepemudaan yang berkelanjutan.

Ke depan, Ansor Ngrayun ingin mengembangkan kegiatan lain sesuai perkembangan zaman. Beberapa bidang yang menjadi perhatian meliputi olahraga, seni, kreativitas digital, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Ketua PAC Ansor Ngrayun menegaskan bahwa adaptasi tidak berarti meninggalkan nilai perjuangan dan identitas organisasi.

Sebaliknya, organisasi perlu menyesuaikan cara berkomunikasi agar nilai-nilai tersebut dapat diterima generasi muda.

Panitia juga berharap Ansor Ngrayun dapat menjadi wadah bagi anak muda yang memiliki minat dan potensi di dunia gim, khususnya Mobile Legends.

"harapan kami, semoga ANSOR Kecamatan Ngrayun bisa hadir ditengah generasi muda yang lekat dengan dunia digital, sehingga ke depan dakwah dan Gerakan yang dilakukan Ansor Kecamatan Ngrayun bisa menjangkau kalangan mereka" Pungkasnya.

Dengan demikian, hobi dan bakat generasi muda memperoleh ruang untuk berkembang secara positif.

Harapannya, kedekatan yang terbangun melalui turnamen ini dapat membuka jalan menuju keterlibatan lebih luas dalam kegiatan sosial, keagamaan, dan pengembangan masyarakat.

Sebab, membangun kedekatan merupakan langkah awal untuk menumbuhkan kepercayaan. Dari kepercayaan itulah kaderisasi dan pemberdayaan generasi muda dapat bertumbuh.

Baca juga: Dua Bulan Kesulitan Air, Ansor Ponorogo Salurkan Bantuan untuk Warga Tranjang, Siman

Baca juga: Bukan Sekadar Memilih, Ansor Ponorogo Dorong Pemuda Melek Hukum Pemilu

Bagikan

Berita terkait

Berita Jaringan