Lewati ke konten
Kegiatan

Ansor Ngebel Padukan Kompetisi E-Sport dan Edukasi Bahaya Pinjol-Judol

kangpand3 menit bacaPC Kabupaten Ponorogo
Laga Turnament Ansor Ngebel E-Sport
Laga Turnament Ansor Ngebel E-Sport
Ansor Ngebel Padukan Kompetisi E-Sport dan Edukasi Bahaya Pinjol-Judol
Ansor Ngebel Padukan Kompetisi E-Sport dan Edukasi Bahaya Pinjol-Judol
Ansor Ngebel Padukan Kompetisi E-Sport dan Edukasi Bahaya Pinjol-Judol
Ansor Ngebel Padukan Kompetisi E-Sport dan Edukasi Bahaya Pinjol-Judol
Ansor Ngebel Padukan Kompetisi E-Sport dan Edukasi Bahaya Pinjol-Judol
Ansor Ngebel Padukan Kompetisi E-Sport dan Edukasi Bahaya Pinjol-Judol
1 / 4

Laga Turnament Ansor Ngebel E-Sport

Bagikan

PONOROGO – Mendekati generasi muda tidak selalu harus melalui forum formal. Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Ngebel memilih masuk ke ruang yang dekat dengan kehidupan mereka: dunia e-sport.

Pendekatan tersebut diwujudkan melalui turnamen Mobile Legends dalam agenda Ansor Ngebel E-Sport, Ahad (1/11/2026). Kegiatan ini menjadi upaya Ansor membangun ruang kreativitas, kebersamaan, sekaligus memperluas jangkauan organisasi kepada generasi muda.

Ketua PAC GP Ansor Ngebel, Sigit, mengatakan organisasi kepemudaan harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, perubahan minat dan pola interaksi anak muda membutuhkan pendekatan yang berbeda.

"Ansor harus mampu menjadi wadah kreativitas anak muda sekarang, bukan hanya di bidang sosial dan keagamaan, tetapi juga di dunia digital," ungkapnya.

Gagasan tersebut berangkat dari pengamatan terhadap tingginya minat generasi muda terhadap Mobile Legends. Ketua Panitia, Imam Mustofa, mengungkapkan bahwa kegiatan ini awalnya hanya direncanakan melalui publikasi poster 'iseng-iseng'.

Namun, respons anak muda ternyata cukup besar. Banyak yang menunjukkan ketertarikan untuk mengikuti kompetisi tersebut.

"Awalnya hanya iseng membuat pamflet coming soon. Tidak disangka, ternyata banyak anak muda yang ingin mendaftar. Akhirnya kami putuskan untuk menjadikannya kegiatan," jelas Tofa.

Turnamen ini menjadi penyelenggaraan e-sport Mobile Legends pertama yang digelar PAC GP Ansor Ngebel. Sebanyak 11 tim dengan total 60 peserta mengikuti kompetisi tersebut.

Peserta berasal dari enam wilayah, yakni Kecamatan Ngebel, Pulung, Sukorejo, Kauman, Jenangan, dan Ponorogo Kota. Kegiatan ini juga melibatkan 10 orang panitia.

Sebelumnya, PAC GP Ansor Ngebel telah memiliki agenda tahunan melalui kompetisi bola voli. Kegiatan tersebut telah memasuki penyelenggaraan ketiga.

Melalui pembahasan bersama kader Ansor dan Banser, agenda Ansor Cup kemudian dikembangkan dengan menghadirkan cabang e-sport. Langkah ini menjadi upaya memperluas ruang aktivitas kepemudaan sesuai perkembangan minat generasi muda.

Dalam pelaksanaannya, pertandingan menggunakan sistem gugur. Babak penyisihan hingga semifinal menerapkan format Best of One (BO1). Sementara final dan perebutan juara ketiga menggunakan format Best of Three (BO3).

Panitia menyediakan total hadiah Rp2 juta berupa uang pembinaan, trofi, dan sertifikat. Kegiatan ini mendapat dukungan PC GP Ansor Ponorogo, PAC GP Ansor Ngebel, Ngebel Culinary, dan PT. Restu Panca Alam. Dukungan juga datang dari Forpimka Kecamatan Ngebel.

Baca juga: Dua Bulan Kesulitan Air, Ansor Ponorogo Salurkan Bantuan untuk Warga Tranjang, Siman

Bukan Sekadar Bermain, Ada Pesan Edukasi

Bagi Sigit, e-sport bukan semata-mata hiburan atau kompetisi. Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan nilai organisasi melalui aktivitas yang disukai anak muda.

Sigit menilai Generasi Z memiliki potensi besar, kreativitas, serta kedekatan dengan teknologi. Karena itu, organisasi perlu hadir sebagai jembatan, bukan sekat yang membatasi pergaulan mereka.

Ansor ingin membangun kedekatan terlebih dahulu. Setelah mengenal organisasi dan merasa nyaman, anak muda diharapkan memiliki ketertarikan untuk terlibat dalam kegiatan Ansor lainnya.

"Melalui permainan ini, kami ingin menanamkan semangat kebersamaan, persaudaraan, kedisiplinan, dan saling menghargai," jelasnya.

Pendekatan tersebut juga membuka peluang pengembangan kaderisasi. Namun, Ansor Ngebel tidak ingin memaksakan anak muda untuk bergabung.

Prinsip yang dipegang adalah merangkul, bukan memukul. Mengajak, bukan mengejek. Kaderisasi diharapkan tumbuh melalui kedekatan, kenyamanan, dan kesadaran.

Selain kompetisi, panitia juga menghadirkan edukasi mengenai bahaya pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) dari Polsek Ngebel.

Materi tersebut menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi kecakapan dalam menggunakannya. Anak muda perlu mampu memilih dan memilah pengaruh yang hadir melalui media digital.

Imam Mustofa mengingatkan peserta agar tidak mudah terbawa tren negatif. Ia juga menekankan pentingnya menempatkan permainan sebagai hiburan, bukan mengabaikan pendidikan dan masa depan.

"Dahulu kita sering mendengar pepatah mulutmu harimaumu. Sekarang bukan hanya mulut, tetapi juga jarimu harimaumu," pesannya.

Menurutnya, perkembangan e-sport memang membuka peluang ekonomi melalui berbagai aktivitas digital. Namun, anak muda tetap harus bijak mengelola waktu dan memahami tanggung jawabnya.

Sementara itu, Sigit menegaskan bahwa Ansor tidak boleh takut menghadapi perubahan zaman. Organisasi justru harus mampu hadir dan berjalan bersama generasi muda.

"Ansor bukan organisasi yang takut terhadap perubahan zaman. Justru Ansor harus hadir, merangkul, dan berjalan bersama anak muda," tegasnya.

Melalui Ansor Ngebel E-Sport, PAC GP Ansor Ngebel ingin menunjukkan bahwa menjaga tradisi tidak berarti menutup diri terhadap perkembangan zaman. Organisasi kepemudaan harus mampu menyediakan ruang bagi potensi generasi muda.

Perbedaan hobi, generasi, dan lingkungan bukan alasan untuk membangun jarak. Sebaliknya, semua itu dapat menjadi pintu untuk memperkuat persaudaraan dan menyiapkan generasi masa depan.

Baca juga: Ansor Ngrayun Masuk Dunia Gaming, Rangkul Anak Muda Lewat Turnamen Mobile Legends

Bagikan

Berita terkait

Berita Jaringan