Lewati ke konten
Kegiatan

Ansor Masuk Arena Game: Strategi Baru Merangkul Generasi Muda?

kangpand3 menit bacaPC Kabupaten Ponorogo
Fakaruzzaman Hidayatullah, Ketua PC GP Ansor Ponorogo
Fakaruzzaman Hidayatullah, Ketua PC GP Ansor Ponorogo
Pembukaan Ansor Ngrayun E-Sport Mobile Legends
Ansor Ngrayun E-Sport
Ansor Masuk Arena Game: Strategi Baru Merangkul Generasi Muda?
Ansor Ngebel E-Sport
Ansor Masuk Arena Game: Strategi Baru Merangkul Generasi Muda?
Peserta Ansor Ngebel E-Sport
Ansor Masuk Arena Game: Strategi Baru Merangkul Generasi Muda?
Peserta Ansor Ngrayun E-Sport
1 / 5

Fakaruzzaman Hidayatullah, Ketua PC GP Ansor Ponorogo

Bagikan

PONOROGO – Gerakan Pemuda Ansor mulai memperluas pendekatan dalam merangkul generasi muda. Tidak hanya melalui forum organisasi dan kegiatan keagamaan, Ansor kini hadir melalui kompetisi permainan digital atau esports.

Fenomena tersebut terlihat di Ponorogo. PC GP Ansor Ponorogo sebelumnya menggelar kompetisi PS3. Langkah serupa kemudian dilakukan PAC GP Ansor Ngrayun melalui turnamen Mobile Legends. PAC GP Ansor Ngebel juga menghadirkan kegiatan esports dengan pendekatan edukatif.

Ketua PC GP Ansor Ponorogo, Fakaruzzaman Hidayatullah, menyebut pendekatan tersebut sebagai bagian dari upaya organisasi membaca perubahan kultur generasi muda.

Menurutnya, generasi muda saat ini memiliki minat dan ruang interaksi yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Karena itu, Ansor perlu beradaptasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

“Ada prinsip shalihun li kulli makan wa zaman, bahwa nilai-nilai kebaikan harus selalu relevan di setiap ruang dan zaman. Organisasi yang tidak adaptif akan ditinggalkan, bahkan bisa punah. Tetapi adaptif bukan berarti kehilangan jati diri,” jelasnya.

Dari Jawa Timur hingga Ponorogo, Esports Menjadi Ruang Baru

Pendekatan melalui esports juga terlihat di tingkat wilayah. PW GP Ansor Jawa Timur menggelar Ansor Esports Championship pada 28–31 Agustus 2026 di Jombang.

Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan, kreativitas, dan silaturahmi generasi muda. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana esports mulai dimanfaatkan sebagai salah satu pendekatan aktivitas kepemudaan Ansor.

Di Ponorogo, Fakaruzzaman menjelaskan bahwa pendekatan tersebut memiliki inspirasi dari metode dakwah kultural Sunan Kalijaga. Nilai-nilai kebaikan dapat disampaikan melalui media yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Kami mencoba menerapkan semangat yang sama. Kalau hari ini anak muda dekat dengan teknologi dan esports, mengapa tidak kita jadikan itu sebagai media pendekatan?” ungkapnya.

Melalui pendekatan tersebut, Ansor ingin menghadirkan nilai persaudaraan, kebangsaan, dan keorganisasian di tengah aktivitas yang diminati anak muda.

Baca juga: Ansor Ngebel Padukan Kompetisi E-Sport dan Edukasi Bahaya Pinjol-Judol

Bukan Sekadar Kompetisi dan Hiburan

Fakaruzzaman menegaskan bahwa kegiatan esports tidak boleh berhenti pada kompetisi semata. Setiap kegiatan perlu memiliki muatan edukasi dan nilai yang bermanfaat.

Salah satu contohnya terlihat dalam kegiatan PAC GP Ansor Ngebel. Selain kompetisi, kegiatan tersebut juga menghadirkan materi wawasan kebangsaan dari Kapolsek Ngebel.

Peserta juga mendapatkan edukasi tentang kebijaksanaan bermedia sosial melalui pesan “Jarimu Harimaumu”.

Menurut Fakaruzzaman, kolaborasi dengan berbagai pihak dapat memperkuat substansi kegiatan. Dengan demikian, ruang hiburan anak muda juga bisa menjadi ruang pembelajaran dan interaksi sosial.

Membangun Kedekatan, Membuka Jalan Kaderisasi

Lebih jauh, PC GP Ansor Ponorogo melihat kegiatan esports sebagai pintu masuk untuk membangun kedekatan dengan generasi muda.

Fakaruzzaman mengibaratkan pendekatan tersebut seperti membangun kolam sebelum memancing. Organisasi perlu menciptakan ruang perjumpaan terlebih dahulu sebelum mengajak anak muda mengenal kegiatan organisasi lebih jauh.

“Ketika anak-anak muda sudah berkumpul, saling mengenal, dan memiliki kedekatan, baru kita pancing untuk masuk lebih jauh ke kegiatan organisasi,” jelasnya.

Ia mencontohkan, peserta kegiatan di Ngebel telah memiliki grup WhatsApp. Ruang komunikasi tersebut diharapkan menjaga silaturahmi dan membuka peluang keterlibatan mereka dalam kegiatan Ansor berikutnya.

Bagi Ansor, kaderisasi perlu terus berjalan dengan pendekatan yang mampu mengikuti perkembangan zaman.

“Ansor tidak boleh hanya menunggu anak muda datang ke organisasi, tetapi Ansor harus mau hadir di tengah dunia anak muda,” tegasnya.

Melalui pendekatan tersebut, esports bukan sekadar arena kompetisi. Lebih dari itu, ia menjadi salah satu ruang perjumpaan untuk menumbuhkan persaudaraan, kepedulian, dan semangat berorganisasi di kalangan generasi muda.

Baca juga: Silaturahmi Ansor Ponorogo dengan Kapolres Baru, Perkuat Sinergi dan Kolaborasi untuk Masyarakat

Bagikan

Berita terkait

Berita Jaringan