Lewati ke konten
Kegiatan

Ansor Ponorogo Dekati Anak Muda Lewat Turnamen PS3, Ini Alasannya

kangpand4 menit bacaPC Kabupaten Ponorogo
Wakil Ketua PC GP Ansor Ponorogo Bidang Olahraga Seni dan Budaya, Hendrik Eko Julianto, S.H. Jelaskan Alasan Turnamen PS3
Wakil Ketua PC GP Ansor Ponorogo Bidang Olahraga Seni dan Budaya, Hendrik Eko Julianto, S.H. Jelaskan Alasan Turnamen PS3
Bagikan

ANSORPONOROGO — Perubahan cara anak muda berinteraksi di era digital menjadi salah satu alasan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Ponorogo menggelar Olimpiade Olah Tangan – PS3 New Patch Gamebox. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026, ini dirancang bukan sekadar sebagai kompetisi permainan sepak bola di PlayStation 3, melainkan juga sebagai ruang perjumpaan dengan generasi muda melalui hobi yang mereka kenal.

Wakil Ketua Bidang Olahraga, Seni, dan Budaya PC GP Ansor Ponorogo, Hendrik Eko Julianto, mengatakan organisasi kepemudaan perlu menyesuaikan pendekatan dengan perubahan kehidupan anak muda, termasuk semakin dekatnya mereka dengan dunia digital dan permainan.

“Sebagai organisasi kepemudaan yang adaptif, progresif, dan inklusif, GP Ansor Ponorogo tidak boleh berjarak dari realitas kehidupan keseharian anak muda. Kami justru melihat potensi besar di ruang-ruang digital dan kreatif yang selama ini belum terfasilitasi” kata Hendrik dalam keterangannya.

Menurutnya, ruang digital dan kreatif memiliki potensi untuk menjadi tempat membangun keterlibatan anak muda. Melalui turnamen ini, Ansor ingin menjembatani minat mereka sekaligus merangkul komunitas gim lokal dalam kegiatan yang positif dan terbuka.

Berangkat dari hobi, membangun ruang perjumpaan

Hendrik menjelaskan, gagasan kegiatan ini berkembang dari diskusi internal Bidang Pemuda dan Olahraga PC GP Ansor Ponorogo yang melibatkan perhatian terhadap minat anak muda di tingkat akar rumput, termasuk penggiat tempat persewaan gim dan komunitas permainan lokal. Gagasan tersebut kemudian dimatangkan melalui koordinasi organisasi hingga ditetapkan sebagai kegiatan yang akan digelar di Berkah Game Station.

Permainan sepak bola dipilih karena dikenal luas dan memiliki penggemar dari berbagai kalangan. Selain menghadirkan kompetisi, permainan ini juga menuntut konsentrasi, strategi, kecepatan berpikir, dan kemampuan mengambil keputusan.

Hendrik menyebut sepak bola sebagai “bahasa universal yang menyatukan berbagai kalangan”. Menurutnya, gim sepak bola di konsol PlayStation dapat menjadi media kompetisi yang akrab bagi generasi berbeda, sekaligus membawa nilai sportivitas dan disiplin.

Ia menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini bukan hanya menentukan pemenang. Ada upaya memperkuat hubungan sosial antarpemuda, memberi ruang untuk menyalurkan minat, serta membangun kebiasaan berkompetisi secara sehat.

“Tujuan utama kami ada tiga hal besar: pertama, memperkuat konsolidasi sosial dan merangkul seluas-luasnya komunitas pemuda di Ponorogo dalam satu ruang interaksi yang positif,” ujar Hendrik.

Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan pendekatan organisasi yang relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, hobi, kreativitas, dan budaya digital dapat menjadi salah satu jalur untuk membangun komunikasi dengan generasi muda.

128 slot, terbuka untuk masyarakat umum

Olimpiade Olah Tangan PS3 New Patch Gamebox dijadwalkan mulai pukul 12.30 WIB hingga selesai di Berkah Game Station, Ponorogo. Berdasarkan informasi pada poster kegiatan, panitia menyediakan 128 slot dengan biaya pendaftaran Rp20.000 per slot dan batas maksimal lima slot untuk setiap peserta.

Total hadiah yang disediakan sebesar Rp1.500.000 ditambah piagam. Poster juga mencantumkan keterangan bahwa hadiah dapat bertambah apabila seluruh slot terisi.

Kompetisi menggunakan sistem gugur. Aturan permainan mencakup format tim bebas tanpa Classic dan durasi pertandingan delapan menit, disertai pengaturan teknis permainan yang telah ditentukan panitia. Untuk babak delapan besar dan pertandingan berikutnya, terdapat ketentuan khusus sebagaimana tercantum dalam poster.

Kegiatan ini terbuka untuk umum, sehingga keikutsertaan tidak terbatas pada kader atau anggota organisasi. Keterbukaan tersebut sejalan dengan tujuan penyelenggara untuk memperluas ruang perjumpaan dengan anak muda dan komunitas permainan di Ponorogo.

Informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui Ahmad Fauzy di nomor 0853-3646-8015.

Bukan berhenti di turnamen

Bagi Hendrik, turnamen dapat menjadi pintu awal untuk membangun komunikasi yang lebih berkelanjutan dengan peserta dan komunitas anak muda. Ia menyebut kegiatan ini sebagai pintu gerbang komunikasi awal yang diharapkan dapat membuka peluang pengembangan kapasitas, kewirausahaan digital, pengembangan bakat, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dalam wawancaranya, Hendrik menyampaikan bahwa data dan komunitas yang terhimpun dari kegiatan ini direncanakan untuk diintegrasikan ke dalam basis data kepemudaan PC GP Ansor Ponorogo, kemudian diarahkan pada program lanjutan. Rencana tersebut menjadi salah satu gagasan tindak lanjut yang disampaikan penyelenggara.

Pendekatan ini berangkat dari pemikiran bahwa keterlibatan anak muda tidak selalu harus dimulai melalui forum formal. Minat yang sama dapat menjadi kesempatan untuk berkenalan, membangun kepercayaan, dan memperluas jejaring pertemanan.

Namun, keberlanjutan hubungan tetap memerlukan tindak lanjut setelah turnamen selesai. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memulai komunikasi, sedangkan pengembangan potensi dan keterlibatan dalam program lain membutuhkan proses berikutnya.

"Kami ingin dari Ponorogo, melalui semangat "Dari Ponorogo untuk Mataraman Barat", lahir energi-energi positif pemuda yang adaptif terhadap teknologi, berprestasi, memiliki solidaritas tinggi, dan siap menjadi aktor penting dalam pembangunan daerah serta penjaga merawat keutuhan bangsa ke depan." Tegas Hendrik.

Melalui Olimpiade Olah Tangan, PC GP Ansor Ponorogo berupaya menghadirkan kegiatan kepemudaan yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai sportivitas, persaudaraan, dan tanggung jawab.

Olimpiade Olah Tangan PS3 New Patch Gamebox dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober 2026. Lebih dari sekadar pertandingan, kegiatan ini membawa gagasan bahwa mendekati anak muda dapat dimulai dengan memahami minat mereka, membuka ruang perjumpaan, dan membangun komunikasi yang berkelanjutan.

Baca juga: Ansor Ponorogo Siapkan Olimpiade Olah Tangan PS3, Hadiah Rp1,5 Juta Menanti

Baca juga: Hari Santri 2026 Hidupkan Napak Tilas Sejarah Islam di Desa Wisata Religi Tegalsari

Bagikan

Berita terkait

Berita Jaringan