Ansor Ponorogo Siapkan Olimpiade Olah Tangan PS3, Hadiah Rp1,5 Juta Menanti

ANSORPONOROGO — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Ponorogo akan menggelar Olimpiade Olah Tangan – PS3 New Patch Gamebox pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Bertempat di Berkah Game Station, Ponorogo, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi anak muda melalui permainan sepak bola di PlayStation 3 sekaligus sarana membangun persahabatan, sportivitas, dan kedekatan dengan organisasi kepemudaan.
Turnamen yang terbuka untuk umum ini dijadwalkan mulai pukul 12.30 WIB hingga selesai. Panitia menyediakan total hadiah Rp1.500.000 beserta sertifikat. Berdasarkan informasi penyelenggara, kompetisi menyediakan 128 slot dengan biaya pendaftaran Rp20.000 per slot. Setiap peserta dapat mengambil maksimal lima slot.
Panitia pelaksana, Ahmad Fauzy, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berangkat dari keinginan untuk menghadirkan aktivitas kepemudaan yang dekat dengan minat anak muda. Menurutnya, sepak bola melalui PlayStation menjadi salah satu pilihan karena dikenal luas dan akrab bagi berbagai kalangan.
Momentum Hari Santri Nasional juga menjadi latar penyelenggaraan kegiatan ini. Semangat santri, menurut Fauzy, dapat diwujudkan tidak hanya melalui kegiatan keagamaan yang bersifat seremonial, tetapi juga lewat ruang perjumpaan, persaudaraan, kreativitas, dan kepedulian sosial.
“Melalui kegiatan yang dekat dengan keseharian mereka, kami ingin membuka ruang agar anak muda bisa berinteraksi, saling mengenal, dan merasakan suasana kebersamaan,” demikian inti pesan Fauzy dalam keterangannya mengenai tujuan kegiatan.
Permainan sebagai ruang membangun sportivitas
Pemilihan permainan sepak bola PS3 bukan semata-mata untuk menghadirkan kompetisi. Di dalam pertandingan, peserta juga berlatih mengendalikan emosi, menaati aturan, menghormati lawan, serta menerima hasil pertandingan dengan lapang dada.
Wakil Ketua Bidang Olahraga, Seni, dan Budaya PC GP Ansor Ponorogo, Hendrik Julianto, menilai bahwa organisasi kepemudaan perlu hadir dan berinteraksi dengan realitas kehidupan anak muda yang semakin dekat dengan budaya digital.
Menurut Hendrik, kegiatan ini diharapkan dapat mempertemukan komunitas pemain, generasi muda, serta berbagai kalangan masyarakat dalam suasana kompetisi yang sehat. Hobi yang telah akrab dengan keseharian mereka dapat menjadi pintu masuk untuk membangun hubungan sosial dan menumbuhkan energi positif.
Nama “Olimpiade Olah Tangan” juga memiliki makna tersendiri. Selain merujuk pada keterampilan mengoperasikan kontroler permainan, istilah tersebut menggambarkan koordinasi, ketelitian, konsentrasi, strategi, dan kemampuan mengambil keputusan. Adapun kata “olimpiade” menekankan pentingnya aturan, disiplin, usaha terbaik, dan sportivitas.
Dengan pendekatan tersebut, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang yang menyenangkan sekaligus memberi pengalaman positif bagi peserta, tanpa membatasi keikutsertaan hanya pada kalangan yang telah mengenal GP Ansor atau Nahdlatul Ulama.
Dari hobi menuju ruang pengabdian
Hendrik menyampaikan bahwa kegiatan ini juga diharapkan menjadi titik awal untuk membangun komunikasi lebih lanjut dengan anak muda dan komunitas yang terlibat. Ke depan, potensi pengembangan kegiatan kepemudaan dapat diarahkan pada penguatan kapasitas, pengembangan bakat, kewirausahaan digital, hingga kegiatan sosial.
Namun, keterlibatan peserta dalam satu kegiatan tidak serta-merta menjadi ukuran keberhasilan pembinaan. Fauzy menekankan pentingnya menghadirkan pengalaman awal yang ramah dan terbuka, sehingga hubungan yang terbangun dapat berkembang secara alami.
Pendekatan ini menempatkan kegiatan olahraga dan permainan sebagai salah satu cara untuk memperluas ruang perjumpaan. Nilai persaudaraan tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi juga dipraktikkan melalui interaksi, penghormatan terhadap sesama, dan kesediaan mengikuti aturan bersama.
PC GP Ansor Ponorogo berharap Olimpiade Olah Tangan berlangsung tertib, meriah, dan menjunjung tinggi sportivitas. Lebih dari sekadar menentukan pemenang, kegiatan ini diharapkan mempertemukan anak muda dari berbagai latar belakang serta membuka peluang bagi tumbuhnya persahabatan dan aktivitas positif berikutnya.
Bagi masyarakat yang berminat mengikuti turnamen, informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui Ahmad Fauzy di nomor 0853-3646-8015.
Melalui kegiatan ini, PC GP Ansor Ponorogo berupaya menghadirkan pendekatan kepemudaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, dengan tetap menempatkan persaudaraan, kedisiplinan, dan pengabdian sebagai nilai penting dalam kehidupan bersama.
Baca juga: Hari Santri 2026 Hidupkan Napak Tilas Sejarah Islam di Desa Wisata Religi Tegalsari
Baca juga: Perkuat Konsolidasi dan Kaderisasi, PC MDS Rijalul Ansor Ponorogo Bidik 1.000 Kader




